Menyebarkan Kasih Lewat Nyanyian
SEE
Beberapa bulan lalu, di sekolah kami, Santa Maria, ada pengumuman tentang program baru yang namanya Saint Mary's Way. Program ini intinya adalah mengajak kami, para siswa, untuk melakukan nilai-nilai Santa Maria di kehidupan nyata. Jadi, bukan cuma dihafalin doang. Caranya, kami disuruh pilih tugas pelayanan. Banyak pilihannya, ada misdinar, doa lingkungan, koor, atau pelayanan sosial kayak ke panti jompo atau panti asuhan.
Jujur aja, aku langsung tertarik sama tugas koor. Soalnya, dari dulu aku suka banget sama musik, apalagi nyanyi di paduan suara. Rasanya seru aja, bisa bikin suara jadi harmoni yang bagus. Jadi, ya sudah, aku putuskan ambil tugas koor untuk program Saint Mary's Way ini.Kebetulan banget, jadwal program sekolah ini pas banget sama jadwal koor di lingkunganku. Ada dua tugas koor yang jadwalnya bertepatan pas di masa program ini. Yang pertama, tugas koor nikahan (wedding) di tanggal 27 September 2025 di Gereja Kamuning. Lalu, yang kedua, tugas Misa Minggu Biasa XXVI di tanggal 28 September 2025 di Melania. Dua hari berturut-turut, lumayan capek sih, tapi seru!
Persiapan untuk dua tugas ini lumayan padat. Sebelum hari-H, tepatnya tanggal 24 September 2025, aku ada latihan khusus buat tugas wedding. Hari itu bener-bener hari yang cukup berat. Sebelumnya, seharian aku ikut kegiatan outing sekolah. Bayangin aja, sudah capek fisik karena outing, eh, pulang sekolah aku nggak sempat istirahat lama. Aku langsung buru-buru ke Gereja Kamuning buat latihan. Rasanya pingin rebahan, tapi kan sudah komitmen. Walaupun capek, aku berusaha fokus dan nggak main-main selama latihan. Harus kasih yang terbaik, karena ini kan buat acara sakral.
Besoknya, tanggal 25 September 2025, kami latihan lagi, kali ini buat tugas Minggu Biasa XXVI. Latihan hari ini beda banget. Jauh lebih happy dan nggak terlalu tegang. Ada satu momen yang bikin aku shock dan bangga. Aku dipilih jadi solois buat lagu “Persembahan Kecilku”. Duh, rasanya campur aduk! Gugup, jelas. Tapi bangga juga, karena berarti dirigen percaya sama suaraku. Momen ini bener-bener bikin aku makin pede dan semangat buat nyanyi. Aku janji sama diri sendiri harus nyanyi yang paling bagus pas hari-H.
Tugas Nikahan di Kamuning (27 September 2025)
Akhirnya, tibalah hari tugas wedding itu, tanggal 27 September 2025. Sesampainya di Gereja Kamuning, kami semua lumayan kaget waktu tahu kalau pengantinnya itu orang Papua. Suasana gereja jadi meriah banget, beda dari biasanya. Semua orang kelihatan happy dan hangat. Kami jadi ikut terbawa suasana yang penuh sukacita.
Lagu-lagu yang kami bawain itu lagu-lagu pernikahan yang agak serius, tapi melodinya indah terdiri dari :
• Menyambut Sakramen Perkawinan
• Ku Bersimpuh
• Cinta Berlapis Cadar
• Ave Maria Gounoud (Ini lagu klasik, harus hati-hati banget nyanyinya)
• Ingatlah Selalu
Kami semua merasa puas karena bisa mengiringi janji suci mereka dengan musik yang bagus. Ini beneran terasa kayak pelayanan yang penting.
Tugas Minggu Biasa di Melania (28 September 2025)
Besoknya, 28 September 2025, aku harus tugas lagi. Kali ini untuk misa Minggu Biasa XXVI di Melania. Dibandingin sama tugas nikahan yang formal, tugas hari ini terasa lebih santai dan lebih ringan. Lagunya juga lagu-lagu yang lebih familiar, jadi gampang dibawakan. Suasana koor jadi lebih hidup, kami nyanyi sambil senyum-senyum karena lagu-lagunya enak banget.
Lagu-lagu yang kami bawain hari itu juga banyak yang asyik:
• Andaikan Aku Pahami
• Persembahan Kecilku (Aku nyanyi solo di sini, deg-degan tapi worth it!)
• Di Pulau Samadi
• Tuhan Kami Tidak Pantas
• Tuhan Yesus Kah Hadir Kini
• Peziarah Pengharapan
• Tuhan, Kau Gembala Kami
Rasanya lega setelah dua hari berturut-turut sukses menjalankan tugas koor. Kami berhasil bikin Misa jadi lebih indah.
JUDGE
Pelajaran dari Nilai Santa Maria yang kita ketahui bahwa Maria sangatlah taat, rendah hati, memiliki kepedulian yang tinggi, dan setia yang ditunjukkan pada ayat alkitab Lukas 1:38-"Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia". Ayat ini menunjukkan ketaatan dan kesediaan Maria untuk menerima kehendak Tuhan"Lewat semua tugas koor ini, aku dapat mengerti apa sih maksud dari nilai-nilai Santa Maria yang diajarkan di sekolah. Ternyata bukan cuma hafalan, tapi harus dipraktekin.
Ketaatan: Aku belajar dengerin kata dirigen. Kalau dia bilang forte (keras), ya harus keras. Kalau dia bilang piano (pelan), ya harus pelan. Dan nggak boleh telat latihan! Ini namanya ketaatan.Kerendahan Hati: Pas ada yang salah, atau pas dirigen ngasih kritik, aku harus terima. Nggak boleh gengsi atau marah. Harus mau belajar dari kesalahan, itu kerendahan hati.
Kasih: Aku nyanyi bukan cuma biar suaraku bagus, tapi buat melayani orang lain. Nyanyi dengan sepenuh hati, biar yang denger juga ngerasa damai. Itu namanya kasih.
Kesadaran: Di gereja, aku harus fokus total. Lihat dirigen, lihat not. Nggak boleh mikirin tugas sekolah atau mikirin mau makan apa setelah ini. Harus sadar penuh sama yang lagi dilakukan.
Kepedulian: Kalau lihat teman koor bingung sama not angkanya, aku bantu kasih tahu. Kami ini satu kelompok, jadi harus saling peduli. Kalau satu salah, semua jadi jelek.
Kesetiaan: Yang paling penting, aku jadi tahu kalau pelayanan itu harus setia. Setelah program Saint Mary's Way selesai, aku janji bakal tetap aktif di koor gereja. Nggak cuma karena tugas sekolah, tapi karena aku memang mau melayani.
ACT

Pokoknya, program Saint Mary's Way ini bikin aku makin semangat buat terus jadi anak yang baik dan peduli. Aku jadi makin mantap sama hobi koorku, dan sekarang aku tahu kalau hobi itu bisa jadi pelayanan yang keren. Aku senang banget bisa ikut program ini.
Terima kasih sudah baca ceritaku yang lumayan panjang iniii, dadaaahh
.png)
Komentar
Posting Komentar